Friday, 9 March 2018

Super CCTV

Bismillah.

Apa jadinya sih jika hal-hal konyol yang kau lakukan dalam kesendirian ternyata terekam dan menjadi konsumsi banyak orang?

Aku sendiri betul-betul tak dapat membayangkannya.

Ini semua bermula dari postingan mamah di grup whatsapp keluarga. Kali itu mamah memposting sebuah video yang menampilkan seorang imam sholat yang sedang memperdengarkan bacaan qur'an dengan suara merdu. Sedang di belakang imam itu terlihat makmum yang khusyuk mengikuti sang imam. Semua rasanya normal saja di detik-detik awal. Apalagi caption mamah pada video itu sekedar mengklarifikasi, "Ini si A bukan sih?"

Sampai pada detik-detik selanjutnya terjadilah hal yang mencengangkan. Terdengar notifikasi pada hp sang imam,lalu dengan ajaib,imam pun mengambil hp dalam sakunya. Kukira awalnya hp itu akan dinonaktifkan. Pikirku imam lupa mengubah mode nya menjadi hening. Akan tetapi ternyata tebakanku salah. Alih-alih mengubah mode dan mengembalikannya ke dalam saku,sang imam justru tampak beralih fokus pada hp nya. Sedang bacaan dari mulutnya masih tetap terlantun dengan merdu seperti tak ada apa-apa.

Pertama kali memutar video tersebut aku terkekeh sembari berkomentar. 'Canggih' ni ustadz! Tentu canggih yang kumaksud lebih ke arah,parah ni ustadz,bisa-bisanya -.- Berkali-kali melihat videonya,ternyata justru menghadirkan rasa yang lain dalam benakku. Bukan,tentu saja bukan perasaan semacam "Ustadznya ganteng juga ternyata" rrrr,ini lebih semacam: "Ya ampun,padahal kalo semua khilafku dalam sendiri Allah bukakan tabirnya ke banyak orang saat ini,pastilah lebih parah dari apa yang sekarang kulihat dari sang imam..."

Lalu speechless. Hilang sudah rasa ingin tertawa.

Hei, video singkat itu hanya sepersekian dari cuplikan hidupnya sang imam. Bisa-bisanya aku menertawakan orang yang hidupnya sangat bisa jadi lebih baik dari hidupku. Sedangkan CCTV atasku pun terus berjalan merekam semua gerak gerik dalam hidupku. Dalam ramai dan sendiri, dalam gelap dan terang, dalam taat dan maksiat. Semua terekam di sana.

Sayangnya, malah sering terlupa, atau pura-pura lupa. Padahal Sang Pemilik CCTV bisa kapan saja membeberkan hasil rekamannya pada seisi dunia. Namun hingga saat ini, banyak dari khilafku yang -hanya atas kasih sayangNya- masih juga Ia tutupi. Itupun kadang tak ingat untuk berterima kasih. Masih melenggang dengan nyaman dan mengira diri ini baik-baik saja. Sangat menyedihkan.

“Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari ummatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih, lantas Allah menjadikannya sia-sia.”Tsauban berkata; “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka kepada kami, dan jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak menjadi seperti mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” Beliau bersabda:“Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian mengerjakannya, tetapi mereka adalah kaum yang jika menyepi (tidak ada orang lain yang melihatnya) dengan apa-apa yang di haramkan Allah, maka mereka terus (segera) melanggarnya.”(HR Ibnu Majah – 4235)

Faghfirlana ya Rabbana..

0 comments:

Post a Comment