Thursday, 21 December 2017

Skenario Terbaik

Pernah suatu kali seorang aktris merengek pada sutradara sandiwara, menuntut sebuah peran yang lebih baik dari yang diamanahi padanya. Sungguh, ia membutuhkan peran yang tak biasa! Peran yang membuat dirinya menjadi lebih hidup dan lebih berwibawa!

Sutradara berkata, semua peran hanyalah gurau belaka. Ia tak sedang melihat peran apa yang sedang kau jalani, tapi seperti apa caramu menjalani peran yang diberikan olehnya. Ya, hanya caramu yang Ia lihat.

Adapun skenario cerita, sutradara lebih tahu bukan? Karena toh, mereka yang tampil ke depan dan menerima penghargaan aktor dan aktris terbaik tidak melulu mereka yang menjalani peran utama yang rupawan lagi penuh cerita. Terkadang mereka hanyalah pemeran-pemeran yang ceritanya tak terlalu tampak dalam keseluruhan alur cerita. Pun begitu, sepenuh cinta ia jalani peran yang ia terima hingga semesta pun menghargainya.

Dengar?

Maka jika kini Dia ciptakan kita dengan peran yang berbeda-beda, dengan skenario yang berbeda, jalani saja dengan suka cita. Semua peran sama saja di hadapanNya, yang membedakan hanyalah sejauh mana kita berperan sesuai dengan keinginanNya sebagai sebaik-baik Sutradara dengan sebaik-baik Skenario yang pernah ada :)

Related image

Monday, 18 December 2017

Manusia Paling Menyedihkan

Coba tebak siapa orang yang paling menyedihkan di muka bumi ini?
Mereka yang hari-harinya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangannya kah?
Atau mereka yang tercerabut kebebasannya di balik jeruji besi?
Atau siapa?
*
Beberapa hari ke belakang, aku memikirkan hal ini. Kutemukan jawabannya adalah : aku. Iya, aku jika tengah kehilangan arah tentang kemana aku hendak berlalu. Jawabannya tak lain adalah aku, jika aku tengah terdiam tak tahu di mana berada. Jawabannya adalah aku, saat aku tak bisa dengan yakin berkata tentang siapa aku dan untuk apa aku dicipta.

Hingga tiap hari hanyalah kekosongan belaka. Bergerak hanya untuk menandai bahwa aku masih ada. Mendongak sambil berpasrah diri menunggu giliran untuk kembali keharibaanNya. Tak miliki asa, tak miliki cita, tak tahu lagi tentang apa-apa.

Sungguh menyedihkan.
*
Dan aku ini bisa menjelma menjadi kamu, menjadi dia, menjadi siapa saja, saat telah kehilangan harap dan cita. Entah mengapa bisa terjebak ke dalamnya, padahal firmanNya sudah begitu jelas bagi kita. Jangan berputus asa dari rahmatNya. Jangan!

Karena sedetik itu engkau berputus asa, maka detik itu pula engkau menjelma menjadi manusia paling menyedihkan di atas dunia.


Maka, tersenyumlah. Dunia ini sungguh hanya senda gurau belaka..

Image result for berputus asa dari rahmat allah