Thursday, 2 June 2016

Karena Bersabar Adalah Pilihan

Ingat apa yang kita katakan ketika seseorang ditimpa musibah? “Sabar ya..”, kurang lebih mungkin begitu. Kata sabar lekat dengan solusi atas segala masalah apapun, yang menimpa siapapun. Dan ini memang sejalan dengan firman Allah dalam Al-qur’an, surat Albaqarah ayat 45 dan 153.

“Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat.”  Allah mengisyaratkan kepada kita bahwa kesabaran adalah sebaik-baik penolong atas kesulitan hidup. Begitu berharganya sabar, hingga Allah pun menempatkan kata sabar lebih dulu, baru kemudian shalat. Ini menunjukkan begitu berharganya sikap sabar di hadapan Allah.

Setidaknya ada tiga kesabaran yang patut kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pertama, sabar terhadap ketaatan.  Kesabaran seperti ini pernah ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS. Betapa setiap perintah dari Allah dijalankan, meskipun itu dirasakan sangat-sangat berat. Mulai dari perintah untuk meninggalkan istri dan anaknya di padang pasir yang tandus, hingga akhirnya perintah agung untuk menyembelih putra kesayangan, Ismail AS.  Padahal Nabi Ibrahim memiliki putra setelah sekian lama menginginkannya. Namun, begitulah orang-orang pilihan Allah itu telah memberikan panutan dan teladan pada kita dengan kesabarannya dalam mentaati setiap perintah Allah. Nabi Ibrahim ikhlas, pun begitu dengan Ismail.

Kesabaran selanjutnya yang harus kita usahakan menjadi bagian dari diri kita adalah sabar menahan maksiat. Suatu hari seorang maling dihakimi oleh massa karena mencuri buah-buahan dari kebun orang. Ia tertangkap basah oleh sang pemilik kebun, yang memang sedang berada di kebunnya. Saat ditanya mengapa mencuri, Ia mengatakan bahwa Ia tidak kuat menahan betapa ranumnya buah-buah yang berada dalam kebun tersebut. Ini menunjukkan ketidaksabaran sang pencuri untuk tidak mengambil buah-buahan yang menggoda tersebut. Akibat ketidaksabaran yang sesaat, Ia harus menanggung malu juga sakit, dan harus bersabar lebih lama untuk menjalani hukuman yang ditimpakan di dunia dan di akhirat kelak. Sabar itu selalu menjadi pilihan, jika kita tidak mampu bersabar sesaat untuk sesuatu yang tampak menyenangkan-padahal sebenarnya dilarang syari’at, maka kita harus bersabar lebih lama dengan resiko yang akan kita dapatkan kemudian hari. 

Bersabarlah, karena syaithan pun amat bersabar dalam menguji kita. Berbagai jurus mutakhir syaithan lancarkan, demi menggoda kita agar mengikutinya. Dan kita tidak pernah bisa memenangkan pertarungan ini jika kita tak lebih sabar dari syaithan.

Kesabaran terakhir, sabar ketika tertimpa musibah.
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Albaqarah: 155)

Ini janji Allah. Setiap kita diciptakan dengan permasalahan kita masing-masing. Maka, apapun permasalahan kita hari ini, semoga Dia anugerahi  kita kesabaran untuk menghadapi musibah yang  Dia ujikan pada kita. Hingganya, kita menjadi orang-orang  yang dicintai olehNya.

“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar..”(QS Ali-Imran : 146)

0 comments:

Post a Comment