Thursday, 7 May 2015

MENGHIMPUN BAHAGIA DI ATAS KERETA

Pernah dengar istilah roker? Rombongan kereta? Itu loh, sebutan untuk para pengguna jasa commuterline (aka KRL) yang terkenal karena ‘keunikannya’. Inspirasi kebahagiaan bagi saya saat ini justru datang dari sana, para roker. Kalo pernah denger pemecahan rekor  banyak-banyakan orang masuk ke dalam sebuah mobil kecil, kayaknya para roker ini bakal jadi pemenang untuk kategori kereta. Keahlian yang akan mencengangkan setiap mata yang memandangnya! Luar biasa! Menakjubkan! (lebaaaay..)

2 jam dalam sehari menghabiskan waktu bersama para roker di gerbong KRL khusus perempuan sungguh membuat makna kebahagiaan bagi saya menjadi begitu sederhana. Jika awalnya duduk dalam kursi kereta merupakan sebuah kebahagiaan bagi saya, sekarang, bisa ikut ke dalam kereta saja sudah merupakan kebahagiaan yang terasa begitu berharga. (Gw lolos seleksi roker maaak..bisa masuk gerboong..). 

berbagi kebahagiaan tabloid nova.com
Kereta datang! Serbuuu!


berbagi kebahagiaan tabloid nova.com
Mempertahankan posisi ;)



Dan karena bisa masuk ke dalam kereta adalah kebahagiaan bagi saya, karenanya saya juga berusaha keras agar setiap perempuan, jika masih memungkinkan, saya tarik dan beri ruang agar bisa ikut dalam kereta. “DORONG SAYA AJA BU! SINI TANGANNYA PEGANGAN KE TIANG! TAS NYA TARO ATAS KEPALA DULU BU!AWAS ITU KAKINYA KEJEPIT!”teriak saya, sok jadi hero. Setelah si Ibu selamat sampai ke dalam gerbong, dan mengalamatkan senyumnya pada saya, kau tahu? Rasanya, ah, meleleh bahagia..

Perjuangan ga lantas berakhir setelah kita dapet kereta dan lolos masuk ke dalamnya. Dalam perjalanan kereta, seringkali terjadi adegan seru: Aksi saling mendorong dalam gerbong. Serius deh ya, kadang memang batasnya amat tipis dalam menentukan siapa korban dan siapa tersangka aksi dorong mendorong dalam kereta.

“JANGAN DORONG DORONG DONG BU!”

“SAYA GA DORONG MBAA..INI SAYA KEDORONG SAMA YANG DI BELAKANG!”

“YA TAPI IBU PEGANGAN DONG! JANGAN SENDERAN DAN ASIK MAIN HAPE GITU!”

“GIMANA MAU PEGANGAN MBA, SAYA BERDIRI DI TENGAH INI, JAUH DARI PEGANGAN!”

Dan seterusnya dan seterusnya.
(Ini bukan di gerbong campur sih ya, jadi bisa dipastikan adegan di atas itu ori, jauh dari adegan modus yang berujung tukeran no hape cem-cemnya di sinetron gitu -.-)



Isy, serius deh, ibu-ibu ini memang luar biasa, ga pernah kehabisan kalimat kalo udah perang mulut. Seringkali adegan kaya gitu berhenti saat penumpang yang lain udah bilang, “Udah..udah..yang waras ngalah..”, baru deh hening, ogah dibilang ga waras.


Pernah sekali waktu, dalam perjalanan Jakarta-Depok suatu hari, itu adegan percekcokan tercipta, tapi ga berhenti-berhenti. Panjang banget. Sampe akhirnya seorang ibu ceramah, sambil agak sedikit curcol, dan dan sedikit terisak juga nyampein nasihatnya..

“Mbak..hiks..kita ini sama-sama capek mbak. Ayok kita sama-sama..hiks..jadiin ini ibadah..Kalo di kereta lagi padet..hiks..jangan malah gontok-gontokan..hiks..udah hadepin aja..Saling tolong menolong..hiks..saling membantu..” 

Bener dong itu Ibu, nasihatin penumpang segerbong, cukup lama loh. Semua penumpang cengo, termasuk saya. Cuma bisa saling pandang sama seorang ibu di samping saya, kemudian kami berdua cekikikan. “Diem juga tuh orang berantem ya bu?”celoteh saya. “Iya, haha..syukurin tuh diceramahin sama orang! Hahaha..” kemudian kami berdua tenggelam dalam senyum bahagia yang tak terdefinisikan itu. Yaaa..hal-hal cem gini juga bagi para roker menjadi sebuah kebahagiaan loh!  Mendapat teman di samping yang asyik, ga ribet, dan bisa diajak ketawa bareng, meski ga kenal. Bahagia itu sederhana kaan..

berbagi kebahagiaan bersama tabloid nova.com
Puadet!
Soalnya pernah juga tuh, pas pulang hari itu saya naik kereta sambil bawa nugget yang masih dalam kondisi beku. Tapi serius ya, itu nugget udah saya bungkus rapih dengan plastic, dan saya taruh di dalam tas saya yang juga anti air. Tapi teuteup aja dong ada juga penumpang yang heboh.

“IH MBA BAWA APAAN SIH? DINGIN BANGET! BAWA ES BATU YA? TARO AJA DI ATAS SANA!”katanya sambil nunjuk tempat penyimpanan barang di atas kursi penumpang. Begitu melihat tempat penyimpanan penuh, dia jadi agak kikuk.

Muka -menurut ngana saya jinjing tas saya begini gara-gara apa?- dari wajah saya pun ga bisa ketahan. Dan cuma saya jawab, “Ini nugget bu!”. 

Sebisa mungkin tidak mengeluarkan kalimat yang panjang dalam kereta! Itu pelajaran penting banget! Kalo ada perbuatan yang masih bisa ditolerir dalam kereta, misalnya bawaan orang yang kena badan kita, atau ga sengaja ada yang nginjek kaki kita, udaah..sabar ajaa. Karena ternyata, diam pun membawa kebahagiaan tersendiri saat hati empet di kereta..Kalo semua ditanya, pasti juga ga mau kan nginjek kaki kita, dorong kita, nempel-nempel sama kita? Ya iyalah ngapain. Jadi, karena semua ini hanya dikarenakan kondisi yang memaksa, ya sudah..dinikmati aja. Karena dengan menikmati itu kita bisa menemukan kebahagiaan..

Berbagi Kebahagiaan di KRL? Mungkin Kok!

Sebenernya dengan kondisi KRL yang udah sedemikan tidak manusiawinya, kita masih mungkin ko berbagi kebahagiaan dengan sesama penumpang. Misal nih, pas itu saya lagi berdiri persis di depan orang yang duduk, dan orang yang duduk itu turun, kemudian kursi jadi kosong. Otomatis dong, saya bertatapan sama orang sesebelahan yang muka –gw aja dong yang duduk, pliiis-nya udah tergambar jelas dalam raut wajahnya yang capek. Setelah menghela nafas *lebay*, akhirnya dengan –so- bijaksana saya mempersilakan dia untuk mengambil alih kekosongan kursi tersebut. Kemudian ooh..lihat senyum tulus itu, “Makasih ya mba,”ucap perempuan yang pernah saya temui sambil melempar senyum bahagia. Dia pikir kali saya ini orang baik banget ya? :D Padahal maaah yaeyalah ta kasih aja, orang di stasiun depan udah mau turun, ngapain saya duduk cuma bentaran doang, nannggung cuy! *ini berbagi kebahagiaannya agak berbau picik ya*

Tapi satu hal yang ga bisa terbantahkan, menjadi pelanggan setia KRL membuat saya harus me redefinisi arti kebahagiaan menjadi lebih sederhana. 

Yaa..saya bahagia bersama sahabat sekereta yang luar biasa kuat. Bayangin! Setiap hari 2 jam berdiri dengan penuh perjuangan. *loh kenapa ga pake bis jemputan aja? Kan enak duduk?* NOO..kereta biar padet gitu tapi lajunya cepet plus terhindar dari macet. Jadi bisa cepet pulang, dan ketemu serta ber bahagia bersama keluarga di rumah..

-    Saya juga bahagia karena terhampar hikmah dalam setiap perjalanan. Ketemu banyak orang yang berbeda tiap hari, dapet banyak info dan nasihat kehidupan yang saya dengarkan selama dalam perjalanan. *loh dari mana?* Itu naah..dari pembicaraan orang-orang di kereta. Hihi, ngupingers. Bukan nguping juga sih, tapi ya kedengeran mau gimana? Dan daripada berlalu begitu aja, jadi saya mencoba ambil hikmah dari setiap pengalaman orang-orang tersebut.

-          Bahagia juga karena di kereta itu pun juga banyak sekali ladang amal berbagi kebahagiaan dengan orang lain, berbagi tempat duduk, menolong orang menyimpankan barangnya di rak penyimpanan, membantu mendorong mereka yang hendak masuk atau keluar dari gerbong kereta, dan hal-hal lain. Atau minimal dengan senyum pun sebenarnya jadi ladang amal utama bagi kita, yaaah..mayan kan bisa turut menyejukkan nuansa ‘panas’ dalam kereta ^^
-          
    Juga bahagia karena masih dikasih keinginan untuk menemukan alasan untuk berbahagia di setiap kondisi, ya ngga? Semua kebahagiaan sudah saya miliki. Bahagia bersama keluarga, bahagia bersama sahabat, bahagia miliki kesibukan, bahagia karena terlah dicukupkan. Apalagi coba? Jadi timbang 2 jam doang berdiri dan berdesakan di kereta mah ya nikmatin aja lah yaa. Wong nikmat yang Dia kasih udah jauh-jauuuh lebih banyak dari itu ko.
berbagi kebahagiaan bersama tabloid nova.com
LOL

Bener banget deh kalo orang bilang inspirasi kebahagiaan itu ada dalam benak kita. Tinggal kitanya mau menciptakan kebahagiaan itu apa ngga. Dan tentu, banyak-banyak bersyukur..karena bersyukur dan berbahagia itu sangat lekat, begitu lekat, dan tak terpisahkan..

Aaah, tak sabar lagi rasanya ingin pergi ke stasiun dan menemukan kebahagian-kebahagiaan kecil dalam perjalanan di kereta ^^

Jakarta, 7 Mei 2015
Tulisan ini diikutkan dalam ajang "Berbagi Bahagia Bersama Tabloid Nova.com






3 comments:

  1. Sampek orang - orang gak dapet pegangan, itu berarti keretanya udah overload ya?
    Tapi gak pernah terjadi kejadian yag tidak diinginkan kan?
    Menikmati keadaan yang ada, bisa menemukan sebuah kebahagiaan (y)...

    ReplyDelete
  2. aku juga suka naik krl bu han.. tapi pad kosong. Aduh kalo penuh kynya gak akan masuk seleksi roker deh. hihi. :)

    ReplyDelete
  3. Haniiii hahahaha.. iya bener kalo naik kereta ada aja hal-hal yang bikin senyum
    pernah tuh pas ke kantor dari naik dari manggarai ke sudirman, pas lagi padet-padetnya ada penumpang negur penumpang lain biar posisinya agak geseran dikit biar bisa masuk. Eh dia malah ngoceh nyombong sepanjang manggarai sudirman. kenceng banget lagi.
    Yang sampe bilang dia mau beli pesawat biar ga desek-desekan di krl. Orang segerbong sampe senyum-senyum nahan ketawa hihihih

    ReplyDelete