Monday, 2 March 2015

UntukMu,karenaMu : Semoga Begitu..

Bismillah..

3 Maret 2014 - 3 Maret 2015

Setahun sudah semua rutinitas ini berjalan. Dari semua fase kehidupan yang pernah dilalui,agaknya fase sebagai ibu bekerja ini benar-benar menjadi fase yang luar biasa. Luar biasa menyajikan banyak kisah,baik suka maupun duka. Banyak menghadirkan kontroversi hati :p ,menghadirkan pernak-pernik emosi yang begitu rupa.

Mendapat sindiran kah? Ya,alhamdulillah begitu. Tak jarang juga berbuah pada cibiran.
Jadi pns? Ko pendek sekali cita-citanya?
Ga sayang anak.
Duniawi oriented.
Semuanya sudah saya lalui.

Lantas apa yang dirasakan sejauh ini?



Ah,saat pertanyaan yang sama diajukan oleh suami pun,saya hanya mampu tersenyum. Belum menemukan kalimat yang tepat untuk merangkai semua ini.
Apa? Apa yang saya rasakan?

Sejujurnya..saya tak bisa menggeneralisasikannya menjadi satu kata,antara senang atau tidak. Karena keduanya ada di sana.

Saya senang,sungguh sangat senang ketika ikut berkecimpung di dalam dunia perempuan dan anak. Tema yang menarik bagi saya. Saya mengenal bayak hal yang tidak sy ketahui sebelumnya. Saya bertemu orang2 besar yang sulit saya temui sebelumnya. Mereka : para perempuan kuat yang merupakan korban kekerasan,anak2 yang ditelantarkan dan diperjualbelikan, para pejabat negara yang berwenang,hingga para orang2 berpengaruh di level mancanegara.

Kesemuanya itu merupakan suatu semangat tersendiri bagi saya untuk bisa setegar,sekuat,dan sehebat mereka kelak. Memperhatikan bagaimana orang-orang besar berbicara dan menjalin interaksi,bertemu dengan orang-orang baru,melihat tempat baru,belajar hal baru,semuanya sungguh sangat menyenangkan bagi saya. Terlebih,posisi saya pun sesuai dengan bidang keahlian yang saya tekuni saat kuliah dahulu-jurnalistik. Ah ya,saya tidak memungkiri,saya senang berada di sini.

Lantas apa yang masih membuat gundah gulana?

Ah ya..memang tak ada yang sempurna di dunia ini. Ada harga untuk sebuah kondisi. Ada risiko untuk sebuah keputusan. Setidaknya ada beberapa hal yang masih harus banyak saya pelajari dan telusuri :

Pertama, tentang anak-anak. Meninggalkan mereka untuk sekian jam selalu menjadi hal yang sulit. Kata orang: lagian sih..ngapain pake kerja kalo ga mau ninggalin anak. Huff..saya hanya bisa tersenyum. Andai mereka tahu kenapa saya memutuskan untuk bekerja..ah tapi,ngga perlu tahu juga sih. Hehe. Bosan sebenarnya untuk menjelaskan bagaimana sesungguhnya perasaan para ibu bekerja. Kami pun tetap seorang ibu,yang begitu merasa berat saat meninggalkan anak. Dan saya harus belajar mengelola emosi dan berbagi waktu,agar perasaan berat tersebut tak lantas berubah menjadi rasa bersalah yang malah membuat posisi saya lemah. Dan dalam hal ini,saya belum mempunyai role model yang nyata dan dekat. Sungguh,saya ingin sekali mengambil banyak pelajaran dari seorang ibu bekerja yang juga sukses mendidik anak-anaknya.. Mereka,adalah guru dan motivator yang tengah banyak saya cari selama ini.

Kedua,tentang kebermanfaatan.
Saya seringkali masih khawatir,takut bila pengorbanan yang saya jalani,tidak sesuai dengan kebermanfaatan yang saya hasilkan. Ah,saya berlindung kepada Allah dari rasa lelah yang tiada memiliki arti di sisiNya. Dari satu sisi,kekhawatiran ini harus saya jaga sebagai kontrol bagi diri. Namun di sisi lain,hal ini begitu membuat saya gundah.. Dan ini terus menjadi cambuk bagi saya,agar bisa memberikan manfaat2 kecil,minimal untuk orang2 di sekitar saya. Ya,menjadi orang berguna merupakan energi positif yang amat penting dimiliki untuk mencapai jiwa yang sehat..dan tak pernah saya lebih merasakan  kebahagiaan dibandingkan dengan saat saya merasa diri berguna bagi orang lain.

Dan begitulah selama setaun ini semua berjalan..

Masih banyak harapan ke depan,masih banyak impian..yang semoga semua ini bermuara hanya pada satu saja,ridhoNya.

Allahu,guide me please..



Jakarta,10 Maret 2015
100%

1 comment:

  1. semangat bu han. Saatnya memainkan peran masing-masing. Jadi working mom or not (kek aku gini) pasti ada aja yg nyinyirin. *tutup muka pake panci*

    malah aku mah keidean supaya bs ada keselarasan antara working mom sm yg stay at home mom. bisa saling kerja sama gtu. tapi kek gimana yaa..

    ReplyDelete