Monday, 4 June 2012

karena semua tak dimulai dari angka 0

Malam itu,sebelum hendak menutup hari dengan berehat,kami menyempatkan sedikit waktu untuk saling mengungkapkan perasaan masing-masing.

"Aku kadang merasa...harusnya dengan usia ayah,ayah jauh lebih dewasa dariku.."

Hening menyelinap.Dia menunggu saya menuntaskan uneg-uneg yang masih tersimpan.

"Entahlah,tapi aku ngerasa dengan usiaku yang masih segini ini,sangat wajar bagiku untuk kekanakan.Orang aku masih muda.Wajar dong..

Tapi,malah..seringkali aku merasa harus berada di posisi sebaliknya.Menuakan pola pikir.Kadang menyadari,memang ini hal yang baik buat percepatanku.Tapi kadang sisi egoku masih berontak,seolah merasa bahwa aku belum saatnya menjadi seperti ini."

"Perasaan ini kadang membuatku jadi menuntut banyak sama ayah.Ingin selalu dan selamanya ayah bisa memahami kekanakanku,menjadi peneduh untuk setiap swing mood ku.

Meski ya,aku sadar,ini cuma bakal jadi masalah.Karena ayah juga ga selamanya bisa menjadi peredam,karena ayah juga sesekali butuh buat diredam."

I'm sorry to say this,sayang-san.I just need to tell u about this feeling..

Lelaki di sampingku lantas hanya tersenyum tipis.Matanya menerawang jauh.Seperti sedang berpikir keras.

"Bunda..maaf kalo ayah belum bisa memenuhi keinginan bunda.Tapi bunda harus ingat satu hal..

Semua tidak dimulai dari 0..dan tidak pula berakhir di titik yang sama.."

Jawabannya terputus.

"Sekarang usia ayah 30,usia bunda 21.Kita ngga pernah tau,kapan usia kita berakhir.

Bunda di usia bunda,dengan pencapaian bunda,kedewasaan bunda,harusnya disyukuri.Karena ngga ada yang menjamin kan kalau hidup bunda masih panjang.."

"Jadi ayah doain bunda ngga panjang umur gitu?"

"Bukan,bukan itu poinnya.Kalo bunda mematok pada usia,misal,usia 25 tahun adalah usia ideal untuk menjadi dewasa sepenuhnya,dan ga berhak lagi jadi kekanakan..apa bunda yakin bakal mencapai usia segitu?

Semua ngga dimulai dari 0,dan ga berakhir di titik yang sama.Artinya,25 tahun bagi orang kebanyakan mungkin adalah 20 tahun bagimu.It's your turn!ngga perlu merasa terlalu muda untuk bisa melakukan kebaikan.."

"Ya,tanpa mengenyampingkan bahwa ini juga masukan buat ayah supaya lebih bijak ngadepin bunda.."

Seketika ingatan saya melayang pada pelajaran fisika,bab suhu,wa bil khusus tentang termometer.celcius,kelvin,reamur.

Titik 0 derajat celcius setara dengan sekian derajat kelvin,dan sekian reamur.(Lupa,heheh).Mungkin begitu yang dia maksudkan.Masing-masing kita memiliki rentang pemaknaan usia yang berbeda.

Titik 100 derajat bagi celcius adalah titik didih,sangat panas.Tapi tidak bagi kelvin,yang baru mencapainya di titik 273.Karena dia tak memulai dari 0..

Agak membingungkan sebenarnya.Tapi yang jelas,satu hal yang saya tangkap,saya bisa memulai menjadi apapun dalam usia berapapun.Dalam hal kebaikan,semua harus dibuat sedini mungkin,sesegera mungkin.Karena kita tak tahu,kapan titik maksimal usia kita..

***

Sementara dalam benak saya masih bergelayut banyak hal,lelaki berahang keras yang berada di samping saya justru sudah lelap setelah sebelumnya ucapkan pamit hendak tidur lebih dulu.Ia tau betul,perempuan kecil di sampingnya tengah mencerna dan mencari makna dari kata-katanya.

Kutatap Ia,lelaki itu.Haru.Allah tak pernah mengizinkan segala sesuatu terjadi tanpa menitipkan hikmah di dalamnya.Maka kehadirannya,lelaki itu,suamiku pun bukan tanpa maksud.Aku tau,Allah ingin aku belajar banyak hal darinya..Ya, darinya.Satu yang istimewa dari sekian banyak guru kehidupanku.

Cimahi,5 juni2012

4 comments:

  1. Eh,ngga bisa diedit atau di hapus.hihi.judulnya harusnya,karena tak semua dimulai dari angka 0 :P :P #yasudahlahya

    ReplyDelete
  2. menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan :-D

    ReplyDelete
  3. Nah betul itu,nasihatnya diambil,rokoknya kita buang bareng yoook! Hihihi

    ReplyDelete
  4. suka tulisan ini han..:)
    aku kutip bebrapa ya hanhan..:D

    ReplyDelete