Sunday, 15 April 2012

selamat datang, adik fathan :))

Adalah hal yang menyenangkan saat pertama kali mengetahui bahwa ada seseorang telah hadir di dalam sana, dalam rahimku yang Allah buat sangat kokoh. Syukur Alhamdulillah, Allah Maha Pencipta, Allah Maha Pemberi Rizki. Sudah 6 bulan terakhir ini memang kami menunggu kembali kehadiran buah hati yang akan menambah semarak keluarga kecil kami. Dan Alhamdulillah, saat ini Allah telah mempercayakan lagi seorang hambaNya dalam Rahim saya.

Senyum merekah. Ada perasaan haru di sana. Mengetahui bahwa saatnya telah tiba, saat untuk semakin bijak, semakin shalihah, dan semakin-semakin kebaikan yang lainnya. Karena kelak, mungkin tak hanya satu dua saja hamba Allah yang dititipkan pada saya, pada kami. Dan rasanya sayang sekali jika setiap kehadiran buah hati tidak membuat kita semakin baik, di mata Allah tentu. Ada mereka yang bisa dekat dengan Allah di saat senggangnya, tetapi berapa dari mereka yang bisa dekat dan makin dekat lagi kepada Allah di saat sibuknya. Luar biasa. Ini baru hanya akan menginjak jumlah dua, anak yang Allah dititipkan pada saya-kami. Belum 10 atau 11 seperti ummahat-ummahat ternama yang luar biasa. Akan sangat memalukan jika yang dua ini kelak tidak dipersembahkan pada Allah sebagai sebuah investasi  masa depan yang luar biasa bagi kami, sebagai orang tuanya. 

Saya memahami bahwa tingkatan kesulitan dalam hidup itu bertahap, sesuai dengan kemampuan dan seiring pertambahan usia kita. Saat TK dulu, masa tersulit kita adalah memilih pensil warna dengan warna apa yang akan kita pakai untuk mewarnai sebuah gambar. Saat SD, masa tersulit adalah saat buku pelajaran kita tertinggal dan harus rela numpang buku orang lain. Atau saat ketinggalan buku PR. Atau saat kita marahan dengan teman baik kita. Dan saat-saat yang menurut kita kini, sangatlah sepele. Masa SMP dan SMA masa tersulit mungkin UN dan SNMPTN. Semua kesulitan yang jika kita ingat kini rasanya tak terlalu sulit. Entah kita melaluinya dengan seperti apa, tapi yang harus diingat, semua kesulitan itu akan terlewati dan akan menjadi hal yang biasa saja bagi kita ke depan.

Dulu bagi saya menikah itu terasa menyulitkan, kebebasan akan terkekang. Setelah menikah, yang terasa lebih sulit ternyata adalah mendidik dan membesarkan anak. Dan setelah dengan satu anak, mungkin bayang-bayang jumlah anak yang sekian pun bisa saja membuat saya khawatir, mampukah saya. Pertanyaan wajar manusia, seorang ibu, yang ingin memberikan yang terbaik bagi keluarganya, anak-anaknya. Tak mengapa pertanyaan itu ada, atau justru berbahagialah karena masih mempertanyakan hal itu. Beberapa ibu mungkin tidak terlalu peduli akan hal itu. Maka kekhawatiran itu, kenali saja sebagai anugerah yang akan membimbing kita agar tetap dalam jalur-jalur kebaikan.

Kini, lihatlah ke depan. Masa depan terbentang luas- meski entah berapa lama lagi kita akan hidup. Namun kesempatan ini, kesempatan usia, kesehatan, akal, pikiran, harta, keluarga, adalah sebuah tawaran Allah yang bisa kita jadikan jalan menuju kebaikan, atau sebaliknya. Tak perlu khawatir berlebihan, karena kita seyogianya kita sering bertemu dengan berbagai kesulitan, dan bisa melaluinya. Semua kesulitan di masa datang itu tak ubahnya seperti multivitamin dengan rasa pahit yang tak lain hanya akan menguatkan imunitas kita, dan semakin membuat kita kuat dari hari ke hari. Hadapi saja dengan senyuman, insya Allah lebih mudah.

Anak rewel, hadapi dengan senyuman. Cucian numpuk, hadapi dengan senyuman. Tandem nursing, hadapi dengan senyuman. Skripsi belum kelar, hadapi dengan senyuman. Intinya, hadapi. Bukan disembunyikan apalagi lari dari tanggung jawab, yakin, nurani kita pasti tak tenang. Hadapi, kerjakan, mengeluh hanya pada Allah, dan yakin, Allah akan makin sayang pada kita. Dan tak ada kebahagiaan yang lebih membahagiakan dibanding dicintai oleh Allah. Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’mannashiir..

*selamat datang di dunia rahim bunda sayang, selamat berjumpa kelak,-6 bulan mendatang.love u :*

Depok, Maret 2012

7 comments:

  1. Subhanallaah, barakallah nichan :D
    Bakal barengan sama adik Fayza doooong

    ReplyDelete
  2. alhamdulillah teh, sepertinya gitu, barengan lagi :) tth sehat kah?lama ga ketemu ya.hihi.oya, revisi tulisan, skripsi udah kelar dan udah lulus. yeeee :))) *penting :P

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillaah :D
    Lulus dan langsung deh, dapet hadiah adik Fathan, hihi. Sehat, alhamdulillaah. Nichan di Depok? Kita tetanggaan kota lhoo..
    Anw, mau temenan di beri-hitam juga dong :D

    ReplyDelete
  4. iya teh, sekarang tinggal di depok. teteh di jakarta ya? saling ngunjungin yoook..heheh.eh, beri-hitam itu apa? akun teteh di wordpress itu kah? habis kan kita di sini udah temenan. *garuk2 pala *gaptek :D

    ReplyDelete
  5. Di Bekasi, Nichan. Ayo, saling ngetok pintuuu :) Hihihi, beri: Berry, hitam: Black. Nemu pin-nya di grup BKI. Tp blm dikonfirm kyny :D

    ReplyDelete
  6. Boleh.Tp ga janji bukain pintunya yaa.Haha.*jahat
    oalah..Blackberry toh.Aku udah ga make lg teh,sejak dilempar fathan&jadi kepingan puzzle ga berbentuk :p beliin dong,ntar ku invite deh baru :D

    ReplyDelete
  7. Ga dibukain pintu, ketok jendela, panggil Fathan :D
    Hihihi, ga ah. Takut diprotes Fathan gara2 kasih BB buat Bundanya. Kl keping puzzle-nya nambah kan makin bingung nyusunnya :p
    Anw, nomer Nichan msh yg lama?

    ReplyDelete