Friday, 13 April 2012

menulis dari masa ke masa

Pernah membaca tulisanmu terdahulu? Jangankan tulisan di masa SD yang mungkin sudah jauh belasan tahun yang lalu, tulisan di masa awal perkuliahan saja mungkin akan terasa asing bagimu. Begitukah? Karena begitu yang kurasakan, contoh yang paling dekat ya saat membuka file-file lama multiply. its not so meee, heheh J

Mencermati tulisan dari masa-ke masa memang suatu hal yang menyenangkan. Bila mungkin kita merasa bahwa kita tak berubah apa-apa sejak dulu hingga sekarang, maka tengok saja tulisan kita di masa silam. Gaya bahasa yang dipakai pasti amat sangat berbeda dengan gaya bahasa kita saat ini. Fokus pembicaraan pun mungkin menjadi hal yang konyol bagi kita saat ini, padahal ketika itu hal tersebut adalah hal yang sangat serius bagi kita J

Menyadari apa? Kita berubah ya kawan. Kita berubah menjadi lebih dewasa, dalam ucap, sikap, tingkah dan laku. Kita semakin mampu memilah mana yang layak kita perbincangkan, mana yang tidak. Kita juga semakin memahami bahwa menata emosi secara perlahan, menuangkannya dalam bentuk tulisan yang indah akan jauh lebih baik dibanding hanya menuangkan secara mentah apa-apa yang ada dalam fikiran kita. Bukan berarti kita menjauhi tingkah tingkah natural dan spontan, tetapi berarti kita menyesuaikan hidup kita dengan bilangan usia sekian, dengan tingkat kenaturalan yang sepadan. Tentu saja kenaturalan anak SD akan berbeda dengan kenaturalan anak kuliahan. Bukan berarti anak kuliah menjadi tidak natural dan penuh polesan kepura-puraan, tetapi memang mereka memiliki kenaturalan yang berbeda seiring pengalaman hidup yang mereka alami.

Ah, menulis memang menyenangkan. Menulis apapun. Meski ketika itu terasa sampah, tetapi bagi diri kita beberapa tahun mendatang, hal tersebut sangatlah berharga. Karena si diri butuh sejenak menengok ke belakang, mengetahui bahwa dirinya sudah maju beberapa langkah. Karenanya amatlah malu jika dalam majunya usia tidak diiringi juga dengan kemajuan-kemajuan lain yang menopang diri menuju tujuan utama hidup ini, keridhoaan Allah.

Ini aku yang kini tengah menginjak usia 22 tahun, dengan gaya bahasa yang kuanggap pantas untuk usiaku saat ini. Meski entah apa artinya bagi aku 10 tahun mendatang. Apapun itu, aku nanti akan sangat berterima kasih karena aku kini telah meluangkan waktu untuk menuliskan sejarah, sejarah kehidupan tentangku sendiri. Terimakasih diri J

5 comments:

  1. Suka tulisan ini♥ makasih postingannya ya :) bikin semangat nulis

    ReplyDelete
  2. suka sekali tulisan Haniy,, ayo nulis lagi Bundanya Fathan :)

    ReplyDelete
  3. wuuaa, sama-sama..komentarnya juga bikin saya semangat banget buat rajin nge blog lagi. makasih ya udah mampir <3

    ReplyDelete
  4. dan aku juga nunggu2 puisi, gambar, dan tulisan2mu nis. ayooo, berbagi dong! :)

    ReplyDelete
  5. meski tak bisa lagi main bareng hani, ngga ketemu, tapi lewat tulisanmu terbayar rindu han..:)
    terimakasiiih utk tiap inspirasinya..:)

    ReplyDelete