Tuesday, 24 April 2012

hikmah di balik misteri

“Hal yang misterius selalu berharga, karena ketidaktahuan kita akan hal itu, maka semua hal harus kita pertaruhkan untuk meraih kepastian terbaik”

Dulu, sebelum menikah, saya membenci hal-hal misterius. Pasalnya sangat sederhana, hal-hal misterius seperti menyuruh saya menunggu tentang kepastian dibaliknya. Dan itu melelahkan. Hingga akhirnya setelah menikah, saya semakin banyak belajar, bahwa dibalik hal yang misterius itu selalu ada hikmah yang Ia selipkan. Mengapa tonggaknya pernikahan? Karena jodoh pun adalah bagian dari misteri, bukan? Dulu pernikahan adalah hal yang sangat misterius bagi saya. Dengan siapa saya akan menikah, seperti apa pernikahan saya, semua sangat misterius. Ada kekuatan di luar kekuatan kita yang bergerak mengatur itu..

Lagi, mengapa tonggaknya pernikahan? Karena setelah menikah pula lah saya kehilangan sosok lelaki yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup saya, dia yang tak terganti, papap. Seperti halnya jodoh, saya faham bahwa maut pun adalah misteri milikNya. Tak pernah terbayangkan pedih dan sakit karena ditinggal seorang ayah, terlebih karena saya pun memiliki kedekatan khusus dengannya. Dia yang selalu bertanya seberapa banyak saya sudah menulis, dia yang selalu bertanya perkembangan saya dan keluarga kecil saya, dia yang diamnya selalu meneduhkan hati siapa saja yang melihatnya.

Ah, kita memang tak pernah tahu seperti apa akhir hidup kita dan kehidupan setelahnya, benar-benar tak terbayangkan. Kadang saya benar-benar super penasaran, ingin tahu seperti apa rasanya mati? seperti apa saya akan mati? Dan seperti apa kehidupan saya setelah mati? Saya, anda, kita semua tak pernah tahu akan hal tersebut. Hanya tahu bahwa itu kepastian, akan terjadi, tanpa tahu detil-detilnya. Dan karena kita tidak pernah tahu siapa akan meninggalkan siapa, maka setiap perjalanan hidup kita menjadi sangat berharga, orang-orang yang berada di sekeliling kita pun menjadi sangat berharga. Siapa bisa menjamin kita bisa bersama suami kita hingga tua? Siapa bisa menjamin kita masih berkesempatan melihat anak-anak kita tumbuh besar? Bahkan siapa yang bisa menjamin bahwa esok masih menjadi jatah hidup kita? Tidak ada yang bisa menjamin. Tidak saya, tidak juga Anda.

Maka sekali lagi, renungan saya sampai pada, hal-hal misterius itu selalu berharga. Karena kita diberikan peluang untuk menciptakan kepastian dibalik hal misterius tersebut. Jodoh, seberapapun misteriusnya, Allah menyuruh kita membaikkan diri hingga kita pantas mendapatkan yang juga baik. Itulah bagian dari usaha kita. Kematian, seberapapun misteriusnya, Allah menyuruh kita membiasakan diri melakukan hal-hal kebaikan, karena kematian seseorang tak akan jauh dari bagaimana caranya hidup. Rezeki, seberapapun misteriusnya, Allah menyuruh kita berusaha meraihnya sekuat tenaga kita, hingga sampailah rezeki itu di tangan kita. Sesuatu diciptakan Allah secara misterius untuk melihat, siapa yang lebih baik usahanya, siapa yang hanya seadanya dan sebisanya saja. Andailah masing-masing kita mengetahui kapan akan mati, mungkin akan lain ceritanya. Kita, atau saya, mungkin akan berpikir, oh..masih lama ini matinya. Nanti kan bisa dikebut menjelang kematian (logika yang sama saat menghadapi deadline tugas kuliah, atau saat menghadapi uas). Kemungkinan lain  yang bisa saja terjadi saat kita mengetahui kapan akhir hidup kita, mungkin kita malah tak bisa mengerjakan apa-apa, saking takutnya menghadapi waktu kematian.

Karenanya, Allah jadikan ia tetap sebagai suatu misteri. Seperti juga Allah menyimpan rezeki kita sebagai misteri. Tak bisa terbayangkan apa jadinya kalau seseorang sudah diberi tahu bahwa dia diciptakan menjadi si miskin, pastilah untuk berusaha saja rasanya sangat malas. Karena kita tidak pernah tahu seperti apa rezeki kita, maka kita pun mengusahakan yang terbaik untuknya. Bagaimana juga jika kita sudah mengetahui dari awal siapa yang akan jadi pasangan kita? Mungkin kita tidak bisa menjaga diri karena merasa pede bahwa pada akhirnya dia juga akan menjadi pasangan kita. *idih. Atau mungkin juga malah jadi hopeless, karena pengennya sama yang lain. Hehe. See, sangat menyenangkan mengetahui bahwa semua itu adalah misteri yang masih bisa diusahakan.

Sama halnya dengan masa depan, masa lalu pun bagi saya masih banyak meninggalkan misteri yang memancing rasa penasaran yang sangat berbekas. Kadang wujudnya bisa menjadi hal yang bermanfaat, seperti dari siapa saya berasal, siapa kakek-kakek-kakeknya kakek saya, apakah saya ini memiliki hubungan kekerabatan dengan tokoh-tokoh terkenal dalam sejarah *hehe (dalam silsilah keluarga dari mamah, saya katanya keturunan sekian dari salah satu sunan di walisongo. Lupa sunan siapa ) Mengetahui tersebut adalah hal yang menyenangkan, selain karena bisa menguak misteri (meski entah benar atau tidak), pengetahuan tentang masa lalu juga bisa menjadi cermin pembelajaran untuk kita di masa sekarang. Namun, tak semua dari masa lalu saya ingin kuak kebenarannya, sebagian saya biarkan ia tetap menjadi misteri. Terkadang terlalu banyak tahu akan sesuatu membuat kita menjadi tidak nyaman, dan seperti itulah jadinya. Ah, lagipula masa lalu telah berlalu..

Simpulan saya akhirnya begini,  misteri itu bukan sesuatu yang harus kita tunggu seperti apa kepastiannya, karena itu melelahkan. Misteri adalah sesuatu yang seharusnya menggerakkan kita untuk berusaha membuat peluang-peluang tentang bagaimana kepastian misteri itu pada akhirnya.

Cimahi, 24 April 2012

3 comments:

  1. Kalau gak misteri, ya gak seru....

    ReplyDelete
  2. iya sih, tapi kadang kalau baca novel atau komik, atau nonton film misteri, suka penasaran juga pengen liat ujungnya dulu, baru ditonton lagi :P

    ReplyDelete
  3. Kalau buku, berarti baca belakangnya dulu. Hehehe....

    ReplyDelete