Monday, 29 September 2008

kami ingin

kami ingin hitam itu kuning

lalu kuning bertebar ria di luasan dua pertiga dunia

agar tersampailah cerianya di atas riak gangga samudera

hingga terlukislah salam dan doa ketika ia hendak mengudara

mestilah kuning agar aura ceria tersampai padanya

kami ingin jauh itu dekat

mendepa luasan jarak tuk ditapak

menjengkal hati yang berjanji kan tetap setia pada bumi meski sesak

kami ingin tangis itu tawa

menghenti urai alir air mata

jadikan pemudah jalan tuju jannahNya

kami ingin sayap itu ada

atas nama cinta, dari kami..untuknya..

 

cimahi 29 ramadhan 1429 h

'saat mamien berangkat jepang..take care mas!'

 

This entry was posted in

Friday, 26 September 2008

Sunday, 21 September 2008

averous story!

Averous, 21 Ramadhan 1429 H

Setelah bersama-sama menonton sang murabbi untuk ke tiga kalinya..

Ada teh tyarin di sana, yang ga henti ngoceh saat film diputer. Ada nuri yang selalu jail dengan kamera, ngambil2 foto orang yang lagi mangap saat tidur, ada ilmi yang masih kalem-kalem aja dengan kondisi yang terjadi, fajrin yang nguap-nguap dengan suara sereknya, bon2 yang selalu nyeletuk dengan berbagai kegaringannya, dan han...han yang menikmati semua yang ada.

Ini adalah kisah bahagia di averous. Satu tahun lebih han tinggal di sini. Membangun bahtera hidup bareng2 temen seperjuangan. Ini adalah markas peradaban, tempat sejuta inspirasi terlahir. Di markas besar ini, ada sebuah tempat special, tempat peracikan inspirasi menjadi hal-hal yang nyata. Tempat itu bernama, c13, laboratorium inspirasi..

Hanya sebuah ruangan dengan ukuran sekitar 2,5 x 4 meter persegi saja, dengan kamar mandi dalam kamar. Atapnya penuh bebintang, peneman saat sendiri, dan penghibur saat muram. Di dinding kiri ada mading pribadi, nama madingnya rante, Koran tembok. Bon2 yang kasih nama buat mading itu. Sampingnya ada organizer board yang penuh inspirasi, sampingnya lagi ada cermin, yang dilanjutkan dengan selembar kertas berisi tausiyah, dan poster besar bergambar anak-anak palestina. Di dinding belakang, ada bingkai foto berikut foto2 han dan orang2 terdekat han, sampingnya ada gantungan bintang. Terakhir, di dinding kanan, ada tiga helai kertas berisikan tausiyah. Well, kamar ini emang rame, kek pleigrup. Tapi kamar ini adalah kamar hebat, laboratorium inspirasi han...

Ada satu hal terbesar yang bikin han cinta ama kamar ini..Ng, bukan..bukan karena han tetanggaan ama teh tyarin ;p , tapi karena letak kamar ini tepat di depan ruang terbuka tempat anak2 suka nongkrong untuk memuji Allah atas luasan langitNya yang keren. Ya, teras han pun bahkan adalah teras inspirasi..

Ini semua adalah tentang inspirasi!!

Tak perlu mencari inspirasi, tapi ciptakanlah inspirasimu sendiri! Jadilah inspirasi bagi orang!

Okeh2, mulai detik ini han janji untuk ga bilang lagi ga punya inspirasi! Hore2!!

Lalu kutinggalkan purnama dalam ketinggiannya, dan mulai menapaki waktu sebagai musafir  satu tuju..

Bismillah...

 

Sedikit bercerita tentang dunia baru han [selalu ada dunia baru di setiap putaran waktu], Alhamdulillah, sekarang han uda membulatkan tekad masuk jurusan jurnalistik. Kembali kepada cita-cita awal, menjadi seorang jurnalis. Dulu sempet punya cita-cita untuk jadi dokter[std], sastrawan, psikolog, dll. Tapi Allah ngasih han jalan ini, jalan untuk menjadi seorang jurnalis!!

Kau tahu? Tak ada yang kebetulan di dunia ini...dan han sangat percaya bahwa Allah sengaja mengirim han ke fikom untuk jadi seorang jurnalis yang mengungkap kebenaran! Yeah!!

Berada di jurusan ini, kita semua emang dididik untuk menjadi seorang jurnalis. Hani sangat menikmati dunia ini, dunia yang ga banyak diambil orang sebagai sebuah pilihan akhir. Di keluarga han sendiri, han lah satu-satunya orang yang masuk jurnalistik, han lah jurnalis pertama di keluarga, dan insya Allah doakan juga untuk jadi jurnalis utama di hadapan Allah, amin2.

Okeh2, han lagi pengen merealisasikan inspirasi yang baru aja terlintas ;p

Salam..

kekuatan harapan!

Tasikmalaya, 8 Januari 1990

           10.00 WIB

“Oaaa..oaaaa. eyaaa…eyaaa…”

Harap diperhatikan bahwa suara di atas bukanlah suara penyanyi yang lagi nge rock dan bukan juga suara orang yang lagi teriak-teriak minta tolong kayak di film-film laga. Suara itu adalah suara tangis bayi, kawan-kawan. Ya, tangis bayi perempuan yang terlahir ke dunia dengan persalinan normal yang Alhamdulillah selamat. Sang bayi terlihat gugup menghadapi dunia baru yang antah berantah, kontras sekali dengan kehadiran senyum  dari bibir sang Ibu yang terlihat sangat bahagia bisa bertemu dengan anak ke lima nya.

                Seperti layaknya kebanyakan orang tua, harapan baru pada sang anak pun segera muncul. Harapan agar si anak menjadi perempuan yang baik, menjadi perempuan yang bahagia, dan menjadi perempuan yang bercahaya seperti terangnya cahaya Allah.

 

“HANI NOOR ILAHI : KEBAHAGIAAN CAHAYA ILAHI”

                Bukan karena trend, sang ayah akhirnya memberi nama dengan arti seperti di atas. Bukan juga karena obsesi semata. Semua itu hanya bermula dari sebuah kekuatan harapan. Ya! Kekuatan harapan!

Refleksi sebuah harapan, makna dibalik nama..

                Semua orang tahu bahwa nama pasti miliki arti, semua orang yakin bahwa nama adalah refleksi harapan orang tua pada si anak. Tak terkecuali nama HANI NOOR ILAHI yang diberikan atas nama harapan dari seorang ayah bernama TAJUDIN NOOR dan seorang ibu bernama KOMALASARI.

HANI

Diambil dari bahasa Arab yang berarti kebahagiaan, baik, bagus. Inilah refleksi kekuatan harapan pertama pada si anak, semoga menjadi perempuan yang paling bahagia. Tak ada alasan lebih lanjut dari sang ayah sebagai pemberi nama tentang mengapa mesti memilih nama hani dibanding nama-nama lain. Hani adalah nama yang bagus menurutnya dan ia senang nama itu ia berikan pada putri ke limanya.

NOOR

                Masih diambil dari bahasa Arab yang berarti cahaya. Ejaan yang satu ini memang cukup unik, mengingat kebanyakan orang menyerap kata cahaya dalam bahasa Arab menjadi ‘nur’ atau ‘noer’, bukan ‘noor’.

                Nama Noor adalah nama keluarga yang diambil dari nama belakang ayah, Tajudin Noor. Atas usulan dari sang Ibu, semua anak mestilah miliki nama ini sebagai bukti tertulis bahwa kita adalah keluarga, kau anak kami dan kami adalah orang tuamu.

ILAHI

                Lagi-lagi masih diambil dari bahasa Arab yang berarti Tuhanku. Serpihan nama terakhir inilah yang sering mengundak decak kagum semua orang. Bukan, bukan karena orang yang memiliki namanya sangat keren, tapi nama ini adalah nama yang sangat hidup dan sangat berani. Mereka memuji keberanian pemberi nama untuk menyematkan nama ini ke salah satu dari anaknya.

                Sebenarnya, makna ilahi ini tidak dapat berdiri sendiri di tataran nama hani noor ilahi karena ia selalu bersanding erat dengan nama noor. Noor  ilahi adalah kekuatan pusaran do’a terbesar yang sangat hani rasakan. Nama belakang inilah yang selalu mengingatkan hani untuk tidak berlaku menyimpang, yaaah…walau kadang tetep aja menyimpang. Tapi setidaknya dia adalah pengingat, dia adalah harapan, dia adalah tujuan. Begitulah ketika kekuatan do’a berbicara, dampaknya akan terasa di kehidupan nyata..

 

HANI NOOR ILAHI

Sang orang tua menginginkan anknya selalu bahagia dalam sinaran cahaya ilahi.

“Begitu banyak orang bahagia dengan sebab yang tak baik, kami ingin anak kami bahagia dengan balut cahaya Allah. Sehingga bercahayalah seluruh bagian tubuhnya. Kami ingin mata anak kami bercahaya, kami ingin hati anak kami bercahaya, kami ingin kata-katanya adalah cahaya, dan kami ingin segala tindak tanduknya adalah cahaya. Satu hal yang tak kami lupakan, kami ingin dia bahagia, selalu bahagia dengan satu cahayaNya. Cahaya Ilahi”

 

 

Sebait nama sejuta inspirasi..

Seperti kata penyair, sebait puisi adalah sejuta inspirasi. Jika memang betul tak ada kata yang terlahir tanpa sebuah inspirasi, maka mungkin hal itu pula yang terjadi pada orang tua han sebagai perangkai kata penyemat nama bagi han. HANI NOOR ILAHI adalah rangkaian nama indah yang terlahir dari sebuah inspirasi besar, inspirasi maha karya dari firman Sang Maha Pencipta, Al-qur’an.

“Allah [pemberi] cahaya [kepada] langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, [dan] tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, [yaitu] pohon zaitun yang tidak tumbuh di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya [saja] hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya [berlapis-lapis], Allah member petunjuj kepada cahayaNya bagi orang-orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

[QS Annur:35]

 

18 tahun menyandang nama HANI NOOR ILAHI..

                Ah ya! Usia han uda mencapai bilangan angka 18, 18 jalan 19 lebih tepatnya. Tak terasa, sudah 18 tahun han hidup dan menyandang nama ini, nama yang sangat indah ini lebih tepatnya. Banyak hal-hal lucu yang bikin han ketawa, hal ngeselin yang bikin han marah, atau hal-hal lainnya yang ga bisa disebutin satu-satu.

                Sejauh ini hani bahagia menyandang nama ini, karena:

  1. Saat SD, orang yang selalu ditunjuk ke depan buat ngerjain tugas adalah orang dengan nama depan yang utama secara alphabet. Ani, Aris, Aulia, dll. Sedangkan han? Huruf pertama nama han dari H, walhasil kebagiannya yaaa di tengah-tengah lah, awal ngga akhir bukan…enak dong!

Masih saat SD, hari itu ada penyuntikan massal dari pihak puskesmas. Hani lupa tepatnya penyuntikan apa, tapi saat itu anak-anak sangat ketakutan. Para penyandang nama ABC terlihat ketar-ketir, mungkin saat itu mereka lagi gerutu, ‘kenapa juga si nama saya mesti diawali huruf A?’ hahah. Hani saat itu berada di tengah-tengah barisan, melihat dengan jelas kelegaan anak-anak ABC seusai disuntik, dan melihat wajah ketar-ketir anak-anak XYZ menunggu giliran suntik.

Ah, tentu, menjadi yang tengah itu selalu bahagia..^^

  1. Meski nama hani sekarang uda terbilang menjamur, hani tetep ngerasa bangga dengan nama ini karena han punya nama belakang keren yang ga ada orang punya selain han, iya ngga si?

NOOR ILAHI adalah sebuah kebanggaan, pembeda, cita-cita..

Jadi ga perlu ngerasa minder menyandang nama yang dibilang pasaran, cukup tunjukin aja kalo perilaku kita, sikap kita, pemikiran kita, dan segala tindak-tanduk kita GA PASARAN! Titik.

 

  1. Dengan nama hani, tenyata aga susah juga meyakinkan temen-temen di belahan Negara timur tengah untuk percaya kalo hani yang ini perempuan. Di kalangan mereka, hani adalah nama untuk laki-laki, karenanya mereka bener-bener ngerasa aneh bin ajaib nemu hani baru yang bukan laki-laki.

Sempet Hani protes masalah ini ke orang tua, tapi mereka nanggepin santai aja. “Yaaa, itu kan di kalangan mereka han. Kalo di Indonesia kan nama hani biasa dipake perempuan..”

                Yap, alasan yang sangat-sangat singkat, tapi cukup rasional. Buktinya han ga berkutik lagi, langsung merima alasan yang ada.

 

  1. Saat SPMB han ga merasa disibukkan dengan nama seperti ini. Mungkin lebih banyak temen-temen yang namanya lebih singkat dari han, tapi bener de, han sangat bahagia meski namanya terbilang cukup panjang. Sebenernya kebahagiaan ini bersumber ke dua hal, han percaya nama ini nama yang terbaik, dan han percaya bahwa masih banyak nama-nama yang jah lebih panjang.

Contoh : Bestie fania rakhmita noer ananda, temen SMP han, atau juga ai cucu makiyah fauziyah sarifatul imani, nama sepupu han. Weleh weleh, repot kan?

Yah, bersyukurlah punya nama Hani Noor Ilahi. Hehe.

  1. Semua orang menyayangi hani, buktinya semua orang manggil hani dengan sebutan hani. Bukankah hani [honey] dalam bahasa inggris berarti sayang? Hehe. Jadi ngerasa disayangin semua orang aja. Bahagia banget rasanya, walo mungkin kenyataannya ga seindah itu ;p
  2. Tanpa berlandaskan pada peristiwa apapun, han yakin kalo han emang ditakdirkan untuk menyandang nama keren yang satu ini. Hani yakin kalo ini adalah suratan Tuhan, Hani yakin bahwa ini adalah yang terbaik, dan Hani yakin kalo nama ini adalah nama yang akan menghantar han ke gerbang kesuksesan dunia akhirat. Amin2.

 

Nama, antara harap dan nyata..

Seperti uda disinggung sebelumnya, ada sebuah harapan besar dibalik nama HANI NOOR ILAHI. Pertanyaan berikutnya adalah,sejauh mana nama itu berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari han menurut pandangan orang-orang sekitar han.

Yak, berikut hani tampilkan laporan hasil wawancara singkat han ke beberapa orang terdekat terkait pertanyaan di atas.

     Responden berpendapat bahwa 79,66 % kandungan makna dari hani noor ilahi telah teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari han.

     Tanggapan responden ketika ditanya pendapatnya tentang nama yang han miliki…

ü  Nama hani itu lucu, soalnya terdiri dari empat huruf

ü  Nama hani itu banyak, tapi bagus

ü  Nama hani itu mengaurakan seseorang yang penyayang dan manja, walo terkesan sedikit centil

ü  Nama noor ilahi itu berat.

ü  Noor ilahi itu unik.

ü  Noor ilahi itu nama yang islami dan bagus.

ü  Dll.

     Tanggapan responden ketika ditanya, mau ngga punya anak namanya hani..

ü  Ga mau! Uda banyak gitu juga..

ü  Ga ah, uda bikin nama sendiri soalnya..

ü  Ng, belom kepikiran ngasi nama apa buat anak, hehe..

 

That’s all. Semua uda han ungkapin secara gamblang, mengangkat suatu hal yang tabu menjadi nyata dan layak diperdengarkan, semua uda han kupas dengan tajam, setajam…? Setajam-tajamnya.

Pada intinya ada satu hal yang jadi refleksi utama setelah ngerjain tugas ini, yaitu…

‘kekuatan sebuah harapan!’

Iya-iya, mari bareng-bareng menjadi lebih baik lagi, sebaik nama yang telah orang tua kita sematkan di panggung kehidupan kita!

 

Wallahualam

This entry was posted in

Monday, 15 September 2008

mengompol?

hoh. jangan salah mengartikan judul. han lagi nunggu mata kuliah kompol di lantai 1 gedung 5. kelasnya di lantai 3. dosennya masih ada urusan.

kompol. jadi kalo ikut kuliahnya berarti 'mengompol', hehe..

tadi baru selesai kelasnya pak sahat sahala tua saragih!

kereeeen!! apalagi duet sama penulis ternama, muthmainnah yang bernama asli maimoon herawati. kalo pada suka baca novel islam pasti tau. wiih, 2 orang itu!

 

eh2, dosen uda selese urusannya. uda dulu ya

ramadhan yang tak lekang dikenang

ng, suddenly pengen cerita. bercuap2 seperti biasa.

banyak hal yang bisa bikin han seneng, sedih, susah, bahagia, juga ketawa akhir2 ini.

Allah maha melihat kan? Allah maha tahu kan?

ya, tentu aja. dan Allah ga pernah menzholimi hambaNya sekecil apapun. Maha Suci Allah.

Ramadhan kali ini berharga banget! hani suka ramadhan! hani ga mau ditinggal bulan ramadhan!

ramadhan yang sangat sangat sangat indah..

kemaren han dan temen-temen 2007 baru menyelesaikan agenda besar bulan ini, CASTING FILM! alhamdulillah, bisa terbilang sangat lancar. maba yang dateng banyak. tanggapannya positif. huaaa, seneng!

okeh2, makasih kawan2 atas kerjasamanya.

kawan2 han di pubdok, kantry, ken, didi, juga hegar sang kadiv yang sempet kena imbas kekesalan han ama seseorang.

kawan2 han di acara, rimeh dan fadhil yang akur *amin*

dirun yang berkutat dengan duit2nya, obsesi bendahara emang!

bazari sang sekretaris yang pernah ilang dan akhirnya han yang kena imbas disuruh bikin surat, DADAKAN..

nio, afni, yogi, aida, iin, sali, esa, mae, inggil, furi, widya, dkk  di div logistik dan konsumsi. KALIAN HEBAT!!

romi, pendatang baru yang bilang..'kita harus totalitas han!'

dang, iya2.

juga ketua kita bersama, cahyo yang melankolis. hehe

 

hani seneng bisa kerjasama bareng kalian! ayo2, kita sukseskan casting film 6 bulan ke depan.

buat yang ga ngeh, casting film adalah nama buat mentoring al islam buat tahun ini. bagus kan namanya? ada artinya loh itu..

haha, siapa coba yang bikin?? hani dong ;p

 

eh, eh, perpus uda tutup. uda diusir2. han pergi dulu ya.

salam2

 

Sunday, 14 September 2008

dekan baru kita prof dedi mulyana

ng, cuma mau berucap bahagia ples seneng ples gembira ples ples ples...

karena terpilihnya prof dedi mulyana, orang yang sangat han kagumin sebagai dekan fikom unpad berikutnya.

keren2! hani suka dengerin pak dedi bicara. han pengen kayak beliau nanti!

wih2, prof dedi! semoga dapat menjalankan amanah sebaik2nya, amin2

idealnya anak siyasi..

“Dan nabi mereka berkata kepada mereka, ‘sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi  rajamu’. Mereka menjawab, ‘bagaimana Talut memperoleh kerajaan tas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?’. Nabi menjawab, ‘Allah telah memilihnya [menjadi raja] kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” Allah memberikan kerajaanNya kepada siapa yang dikehendaki, dan Allah mahaluas, maha mengetahui.” QS Albaqarah 247

                                                    

Secara umum, karena siyasi menyentuh hal hal yang bersifat kepemimpinan, maka Allah telah memberitahukan seperti apa kompetensi AD siyasi itu semestinya. Dikatakan bahwa ‘memberikan kelebihan ilmu dan fisik’. Maka, bagi AD siyasi yang melaju menjadi ujung tombak suatu lembaga, haruslah memiliki kelebihan dari bidang ilmu, maupun fisik, dengan tanpa melihat kekayaannya.

Secara khusus, menurut han pribadi, kompetensi yang harus dimiliki seorang aktivis da’wah siyasi tidaklah berbeda dengan kompetensi yang harus dimiliki aktivis da’wah sayap lainnya. Karena pada hakikatnya mereka sama2 seorang da’i, hanya saja berada dalam ranah yang berbeda. Hanya ada 1 kata yang mampu menjelaskan sebuah kompetensi wajib seorang aktivis da’wah, yaitu professional. Katakanlah bila kita sebagai orang siyasi, maka jadilah orang yang paling tahu tentang hal2 yang menyangkut ke siyasi-an, baik teori, maupun aplikasinya dalam dunia kampus. Profesional juga berarti mengerti akan medan dan tanggap akan kondisi yang ada. Jika seorang aktivis da’wah di bidang manapun, hatta di bidang siyasi telah memiliki profesionalisme yang nyata akan amanah yang dipikulnya, maka tak perlu lagi khawatir tentang masa depan da’wah, karena seorang professional akan terus berusaha menjaga kelangsungan amanahnya.

Wallahualam

This entry was posted in

Thursday, 4 September 2008

politik itu menyenangkan!

Kadang rasanya gemes banget kalo lagi inget tentang bangsa tercinta ini. Ng, apa ya? Heran, prihatin, bercampur takjub akan berbagai kedodolan mayoritas masyarakat yang menurut han susah ditolerir. Ini bicara mayoritas ya, ngga berarti semua masyarakat kita ni kek gini. Han mengakui ko kalo sebagian dri kita adalah ilmuwan terpandang di tingkat dunia, sebagian dari kita adalah juara olimpiade science tingkat dunia, sebagian dari kita adalah bisnismen yang terkenal se dunia...tapi ga bisa disangkal kalo mayoritas dari kita adalah orang dengan pendidikan yang masih rendah dengan pola pikir yang masih sederhana.

Perasaan yang lama terpendam ini kemarinan muncul lagi waktu han lagi jaga papap di rumah sakit. *loh?*.  Saat itu cuma ada han sama papap, sampai akhirnya tamu pertama pagi itu datang. Abu syauqi dan beberapa rekannya di rzi. Setelah nyapa ala kadarnya, han mempersilakan mereka untuk ngobrol ala lelaki, tanpa keberadaan han. Lama juga ternyata ngobrolnya. Ng, singkatnya abu syauqi pulang. Habis itu han tanya papap, ‘ngobrol apaan aja pap?’ *penasaran juga sama obrolan lelaki*. ‘biasa, tentang pilkada..’. apa katanya pap?’ tebak..apa coba yang han denger???

Money politic uda bikin masyarakat kita terlena dengan pilihan yang ada. Cukup dikasih 150 ribu beberapa saat sebelum pemilihan kepala daerah, dibaiat untuk milih pasangan tertentu, langsung ngangguk dan dapat diyakinkan kalo dia langsung milih pasangan tersebut. WALOPUN, si orang itu sebenernya adalah orang yang rutin dibiayai oleh rzi.

Ini yang bikin gemes..SUNGGUH ORANG YANG BENAR2 PELUPA. Pelupa di sini bukan dalam konteks ‘ kenapa ga inget sama jasa orang yang lebih sering menebar kebaikan’ tapi, pelupa dalam hal...’apa 5 tahun ke belakang uda memberi kebaikan buat mereka?’ kalo mayoritas adalah belom, kenapa harus memilih hal yang sama? kenapa 5 tahun ke belakang ga bisa jadi pertimbangan rasional bagi mereka untuk menentukan pillihan? Ng, maaf, ini bukan subjektif tak beralasan. Ibarat kata, kalo ada barang yang kurang kerasa manfaatnya secara konkret, maka kita secara alami akan meninggalkan barang tersebut dan cari yang kira2 akan terasa manfaatnya. Iya kan? Cuma masalahnya adalah, KADANG KITA GA MAU MENINGGALKAN YANG LAMA KARENA GA BERANI NGAMBIL RESIKO BARU.

Sebenernya gini, masalah pilihan si mangga aja, kita hidup di Negara demokrasi. Cuman, alasan memilih itulah yang jadi masalah. Kalo emang alasannya adalah karena menurut kita kinerjanya uda bagus, kerasa, bisa membawa kebaikan, ya ga masalah. Tapi amat sangat ga bisa diterima kalo seseorang pilih suatu pasangan pemimpin karena uang yang ga seberapa!

Bayangin, 150ribu untuk menggadaikan kehidupan mereka 5 tahun mendatang!! Haduh,akut.

 

Jadi inget cerita mama. Saat ini mama memang diamanahi untuk jadi pengumpul suara di daerah pemilihan tasikmalaya dan sekitarnya. Mama mulai silaturahmi ke saudara2 di pedalaman [karena emang ma2 asli tasik]. Dan apa coba ketika mereka mulai ditawari sebuah alternative partai?

‘iya, bisa aja kita milih itu. Gampang. Asal uangnya dari sekarang. yah..daripada keduluan partai lain. Masyarakat sini sih ga biasa kalo ga ada duit..’

WHAT??? Itu orang pedalaman loh yang bicara! Dahsyat emang money politic itu, sampe ke pelosok disambangi!

Dibilang gitu mama naik pitam.ga nyangka saudaranya sendiri bakal bilang gitu. Habis itu mama bilang..

‘harusnya kita semua ini uda mulai sadar, kenapa politikus nakal itu ngasih kita duit. Ga lain adalah karena mereka gila kekuasaan! Nih, pemimpin yang baik itu ga akan berbuat segala cara, bahkan yang haram, untuk membuat mereka memiliki suatu kekuasaan. Pemimpin yang baik itu lahir dengan cara yang baik! Tau ga, itu uang yang kalian pegang itu, suatu saat ketika dia jadi penguasa, dia bakal ngeruk harta sebanyak mungkin, walopun harta itu haram, untuk gantiin uang yang pernah dipake buat nyogok  kalian dulu. Gini nih, makanya Indonesia belom bebas dari korupsi karena emang masyarakatnya sendiri memberi jalan bagi para koruptor untuk korupsi! Masyarakatnya sendiri menikmati cara koruptor untuk berkorupsi! Gimana kita mau berubah kalo milih pemimpin aja berlandaskan duit???’

Hweh, pokonya habis itu diceramahin ma2 panjang lebar. Akhirnya mereka cuman ngangguk2 doang. Entah faham atau ngga. Menyedihkan emang.

Han juga gemes liat pilpres mendatang. Calon2 uda bermunculan. Kampanye terselubung uda gencar. Anehnya, beberapa calon presiden adalah orang2 lama yang uda ketauan kinerjanya selagi mereka berkuasa di masa silam. Heran, bener2 heran, masiiiiih aja ada orang yang dukung. Gila emang! ORANG ITU KAN UDA PERNAH MIMPIN, KITA UDA TAU BELANGNYA DIA KEK APA! Tapi kenapa.....kenapa ko kita ga inget masa2 itu. Huhu, gemes sampe pengen nangis.

Inilah syndrome pelupa masyarakat kita. Sangat disayangkan emang, disaat yang apatis politik banyak, ternyata yang ga apatis pun masih partisipatif berdasar duit atau ketokohan semata. Bisa dibayangin, berapa masyarakat kita yang partisipatif dan aktif karena memang mengerti masalah. Sedikit banget berarti ya?

Ada satu pertanyaan besar kayak yang pernah pak hari, dosen sosiologi komunikasi han, bilang...

‘apa sebenernya kita uda siap berubah???’ ng, silakan jawab  pribadi aja..karena perubahan itu bukan masalah iya atau ngga, tapi siap apa ngga?!

Bicara tentang perubahan, menurut han perubahan itu adalah saat kita mampu untuk tidak mengkotak2an sesuatu. Yang han maksud adalah, mulai untuk berpikir global, menyeluruh, dan komprehensif tentang suatu masalah.

Contohnya aja, politik. Kenapa masih aja banyak orang yang anti kata politik, yang bilang politik itu kotor? Jangan jauh2 kesitu de. Di lingkungan han sendiri aja, ketika han banyak memegang jabatan apapun, dibilangnya gila kekuasaan. Padahal  han tuh ga gila kekuasaan, han  cuma gila kepempimpinan. Beda, kan? mempimpin ga harus berkuasa. Maaf kawan, tapi itu bawaan orang koleris si pemimpin. Lagipun, mempunyai kekuasaan bagi han bukanlah hal yang salah, ketika emang kekuasaan itu dipergunakan untuk kemaslahatan.

Itu dia, politik adalah cara untuk mengatur, ketika kita ada di puncak sebagai penguasa yang membuat peraturan, asik kan? Kita bisa bikin peraturan2 yang punya nilai2 islam dan bermanfaat buat semua orang? Ini nih yang kadang dilupain. Politik itu adalah da’wah!! Ya, sayap da’wah yang ga bisa diilangin!!

Han bicara gini bukan karena han lagi jadi anak sospol, tapi karena emang kesadaran diri kalo politik itu perlu! Seperti perlunya kita belajar fiqih, belajar aqidah akhlaq, dll. Nah kan, nyambung..

Perubahan adalah saat kita bisa berhenti mengkotak2an sesuatu dan memandang masalah secara global. Pesan sponsornya adalah, ‘jangan anak tirikan politik, karena ia pun adalah ilmu!’.

Hal inilah yang mendasari cita2 han untuk jadi jurnalis di bidang politik. Yah, meskipun ga gitu ngerti politik, tapi han mau belajar ko...jadi ga masalah, learning by doing.

 

Well, selese sudah cuap2 han di pagi hari ke 5 bulan ramadhan. Semoga bermanfaat. Mari2, salam.

 

 

This entry was posted in