Wednesday, 20 August 2008

sabusu!

Awal mula menjadi pendatang baru di daerah jatinangor, kabupaten sumedang, saya tak pernah tahu akan keberadaan saung budaya sumedang[sabusu]. Jangankan sadar bahwa saung-saung di tikungan dekat ikopin itu adalah sabusu, mendengar desas desus keberadaannya pun saya tak pernah. Padahal tak terhitung berapa banyaknya saya melewati sabusu. Heran memang jika dipikirkan, tak ada rasa penasaran yang mendalam akan bangunan-bangunan tradisional itu. Mungkin karena tak ada cukup informasi di depan sabusu yang membangunkan orang-orang di sekitar akan keberadaannya. Atau mungkin  karena saya terlalu campuss oriented? Entahlah, tetapi yaah..jujur saja, saya benar-benar buta akan keberadaan saung budaya sumedang saat itu.

Mengenal sabusu pun bisa dibilang adalah suatu kebetulan bagi saya. Saat itu masih semester 2, saya dan rekan-rekan seangkatan di fikom  diberi tugas membuat tabloid pada mata kuliah pengantar ilmu jurnalistik. Saya sekelompok memang tak mengusung tabloid berbau budaya sedikitpun karena saat itu anggota kelompok sepakat mengusung tema kuliner. Lain kelompok saya, lain juga kelompok kawan saya di kelas yang berbeda. Dia mengusung tema dunia pariwisata yang salah satu bahasannya adalah mengenai sabusu. Barulah di situ saya mendapatkan informasi tentang sabusu, dan terkuaklah jendela mata saya yang selama ini masih tertutup.

‘oooh, sumedang punya saung budaya ternyata!’

‘oooh, saung-saung tradisional ini ternyata saung budaya!’

Hmm, entah apa isi dari saung budaya itu sendiri, saya belum pernah melihatnya. Namun perasaan untuk ikut terlibat di dalamnya sebagai warga pendatang yang mencintai budaya sumedang amatlah menggelora. Saya ingin menjadi bagian dari para pelestari budaya, saya ingin belajar banyak dari keberadaan saung budaya, dan saya ingin semua mahasiswa yang berdomisili di jatinangor khususnya, tahu bahwa sumedang miliki saung budaya, dan tidak sekedar tahu, mereka pun juga tertarik untuk ikut serta melestarikan budaya sumedang. Yaah, semoga.

Jaya terus sabusu!

 

esp 4 dirun: jangan lupa kenalin han ke bapak2 sabusunya. sungguh semangat sekali kawanmu ini!

4 comments:

  1. heheheh...
    rada pangling... ini hani yang nulis?
    ko gaya tulisannya beda?

    ReplyDelete
  2. heh... mau ikut melestarikan budaya di sumedang dan jatinangor?? kita harus ngobrol, gua jarang nemuin orang kaya elu!! gua nanti bisa perkenalkan dengan orang2 yang ada disana, dari budayawan, seniman tradisional, orang2 di sabusu, radio bedja, dll... ayo bareng2 gua masuk menjadi bagian dari jatinangor yang sebenarnya... cerita tentang sabusu juga menarik tuh... kalo tertarik, dengan senang hati mereka akan menerima lo... ayoooo!!!

    ReplyDelete
  3. Iyo pa dosen.Nanti mgkn kta bs b'bgi ttg sabusu.Hidup sabusu!Yok2,lestarikan budaya sumedang brg2..

    ReplyDelete
  4. Beda yo?Emh,soalnya tulisan ini rncananya buat buletin sabusu yg mau loncing.Jd han pkir kdu serius.Malah aneh emang?He2.

    ReplyDelete