Tuesday, 29 July 2008

tarian purnama

Mencoba menghantar kepergian purnama dengan iringan lembar duka

Menggores pena agar tiada lagi rona berharap kan sapu tiap lekuk wajahnya

Terhapus bagai langit yang tiada lagi terima awan, sebagai panduan

Tuk membuat sang insan kembali terdiam, sejenak merenungi kemanisan alam

Diam dan terdiam, dalam perjalanan ketiadaannya purnama menari

Menyonsong kepingan senyum yang ia lelehkan ketika tebarkan pesonanya

Tertawa tipis sembari menepi mengintip para penanti di balik tirai di atas sana

Menyeruakkan aroma ke tahtaannya

Melenggangkan tubuhnya, menyatukan jiwa dan raganya

Untuk kembali ke panggung sandiwara sebagai bulan sabit yang tak mengerti apa-apa

Suatu saat, bila sabit kembali menjadi purnama

Maka telah sempurnalah  segala penantiannya..

This entry was posted in

0 comments:

Post a Comment