Monday, 9 June 2008

tentang purnama

Adapun purnama, ia tak kan datang kecuali dengan satu siulan yang

Nadanya lembut nan syahdu, semakin memesona tuk dirindu

Ah, aku merindu…kembali!

Maka mengapa aku sendiri? Ketika dalam nyiur tetalu aku dapati rindu

Aku ingin berlari, tuju tapal dimana aku dan rindu bersatu

Lalu, mengapa aku masih sendiri?

Ah, rinduku gemuruh rindu

Mengangkasa padu pada lambai gemulai langit biru

Aku rindu, aku rindu..

 

Purnama, adakah rindu ini berbalas dendang rindu?

Atau mesti ku hantam hancur ia, hingga nadanya terseok karena

tak dapati rimbun teduh waktu..?

This entry was posted in

2 comments:

  1. yayaya purnama terus..
    EH TUKANG IKUT-IKUT.. TEMPLATE-MU BIKIN EMOSI
    HUUUUUUHHH...

    ReplyDelete
  2. eh! sirik aja! kek ga pernah se-melo gini kalo ketemu senja!! weeek =P

    ReplyDelete