Saturday, 28 June 2008

balada sang pejuang

biarlah sang pejuang menghirup wewangi yang kau tebar, sang pesona

sejenak meregangkan syarafnya yang baru saja menegang menghadang malam

semalam 12 jam, sang pejuang habiskan waktu tidak untuk mengunjungimu

hanya terdiam, berbicara layak tumpuan arca-arca tak bernyawa

berharap perjuangan di depan milik bersama

jauh asap dari panggang

sang pesona berkata dalam senyap dimana waktu menjadi hal termurah kala itu

"kau kuat! cukup kuat untuk dapat mandiri! kulepas kau dengan keyakinan kan taklukkan medanmu.."

selalu dapati kembali aroma ini

berjuang dengan lemah yang ada, dengan jatuh bangun yang selalu tercipta

sang pejuang melangkah, menjemput nasib

bertemu rekan yang telah lebih dulu meretas juang,

"tak usah menyerah! ini jalan yang indah.."katanya

ah.

Allah, hapus rasa ragu yang buat sang pejuang kalah sebelum bertarung

Allah, hapus rasa sendiri yang buat sang pejuang tak menjadi pejuang sakti

Allah, anugerahilah bahu yang kuat, agar mampu ia tanggung tanda cintaMu kini, hingga akhir nanti..

 

This entry was posted in

2 comments:

  1. Semoga Sang Pejuang Dapat terus menyanyikan

    'Rima Perlawanan Sejati'

    hingga kelak para pejuang berkumpul bersama

    ... tanpa kafan, di bawah nisan tak bertuan

    ReplyDelete
  2. amin2.

    baru baca lagi puisi ini. keren juga ya kang ternyata..

    ReplyDelete