Sunday, 11 May 2008

akhir sebuah awal

salam

kedengerannya mungkin judul yang ga konsisten. akhir sebuah awal?

yah, emang ga maen2 ko. han lagi ada di ujung akhir sebuah awal. terkait kongres, alhamdulillah, hari ini uda beres. yah2, selamat pada semua! bersyukur juga, karena akhirnya tugas jadi presidium 2 yang truly boring itu berakhir juga. hu2, agak nyesel sebenernya bersedia dicalonkaan jadi presidium. eh, tapi ga boleh gitu ya?han gatel pengen ngomong, tapi cuman mampu bisikin itu ke hendrik sebagai presidium 1. gemana lagi, meski berhak ngomong tapi han ga berhak untuk secara langsung bicara ke forum kongres. Sedang nining sebagai presidium 3 lebih banyak nyatet dan nyuruh han buat bantuin dia nyatet. yeh...

kongres..kongres..

entah kenapa ,sebenernya han g terlalu tertarik sama kongres. sebel juga dengerin orang yang kalo ngomong suka ga penting dan melebarkan masalah. emang ga semua, tapi bagian begitu yang paling2 ga han sukain. dan parahnya han jadi presidium 2 yang all the time harus duduk di depan dan ngikutin sidang. jujur, penat.

tapi sudalah, ada sisi menariknya juga ko. jadi kenal hendrik, nining, temen2 bpm baru, sama temen2 BU-RT. pengennya temen2 han di bpm masih nambah pas pka, yah semoga. dari fikom kabarnya hegar mau maju..yah2, baguslah. ga sendiri. ditunggu buat temen2 yang laen..

apalagi ya?

rekomendasi majelis tetap kongres ada 4, cukup banyak. sedang rekomendasi bpm ada...hmm lupa..sekitar 9 apa ya? yep. pr besar buat temen2 bpm 89. mari kita berjuang kawan2!!

tadi pagi ma2 telpon. mau ke jakarta katanya, ke kondangan pa hidayat bareng papap. jadi inget pesen mamah ke han. intinya mamah memesankan han untuk bisa jaga diri sebagai seorang aktifis. entah ya..han cuma pengen cerita ke temen2 semua...

aga ga nyaman aja sebenernya ngeliat candaan yang ga penting, kedekatan yang ga perlu, interaksi yang berlebihan. han ga mau ke ga nyamanan han jadi sesuatu yang bakal berujung kenyamanan. jujur, ga mau.

entah han terlalu saklek apa gimana. aga jedak aja ngeliat fenomena yang ada di lapangan. suka bertanya2 sendiri, han bukan tipe orang yang bisa kek gitu. apa itu sebenernya suatu hal yang esensi atau ga, han gtw.

huaa, ga ngerti. bete.

jadi inget lagi, dulu han, mas amin dan mamah pernah ngobrol di meja makan.

mas amin : iya mi, aktifis ranah politik kan sering di kritisi dalam hal interaksi. uda banyak kritik serupa kek gitu..

hani : eh, jangan salah loh mas...banyak juga orang politik bisa mehamkan orang dengan model interaksi yang dibilang terlalu fleksibel kek gitu. kabarnya juga han mau dimasukin ke ranah itu..

mamah : wah, hati2 han..jangan sampe menimbulkan banyak protes juga..

 

hmm, kalo diinget2, dulu han bicara gitu sekedar bicara. tapi sekarang, agak mikirdua kali juga, sebenernya han yang terlalu saklek apa gemana?

tau ah, bingung. yang jelas han akan selalu inget pesen mama. oke2 mamah..

apalagi ya?

selama kongres banyak kejadian unik.termasuk pelajaran besar yang sangat penting. bahwasanya benarlah penilaian tanpa klarifikasi dan identifikasi itu penting untuk membuat sebuah keputusan. yaya, jangan menilai sesuatu terlalu terburu2 han!

laennya, ada cerita horor pas kongres. adegan saat han ngejar pelaku penjambretan. gemes, kenapa han ga bisa ngikutin jejak penjambret! kesel asli. kronologisnya panjang tentang penjambretan saat kongres hari ke dua baru berakhir. tapi han capek banget..

pengen pulang ke ave sekarang. yah, mari2.

selamat istirahat han..

salam.

nb : besok ikut aksi ga han?!

3 comments:

  1. "termasuk pelajaran besar yang sangat penting. bahwasanya benarlah penilaian tanpa klarifikasi dan identifikasi itu penting untuk membuat sebuah keputusan."

    maap2, salah penulisan. maksudnya penilaian dengan klarifikasi dan identifikasi itu sangat penting.

    ReplyDelete
  2. Bismillahirrahimanirrahiim

    Inilah tarbiyah, semuanya adalah pelajaran yang Allah berikan. Hikmah akan didapati oleh mereka yang menyadari akan esensi dari sebuah kejadian, bahwasanya suatu peristiwa yang Allah berikan kepada setiap insan adalah sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya sebagai insan. Tidak sama antara yang Allah berikan kepada Muhammad Yang Mulia -saw- dengan kita selaku hamba biasa. Hanya mereka yang beruntung yang akan sadar bahwa semua yang Allah berikan adalah proses baginya untuk melakukan metamorfosis sempurna, hingga ia keluar ke permukaan untuk menghiasi dunia dengan menjadi hamba yang paripurna.

    Allahu'alambishshowab
    Jatinangor, 12-05-08
    -irwan setiawan-

    ReplyDelete
  3. Bismillahirrahimanirrahiim

    Inilah tarbiyah, semuanya adalah pelajaran yang Allah berikan. Hikmah akan didapati oleh mereka yang menyadari akan esensi dari sebuah kejadian, bahwasanya suatu peristiwa yang Allah berikan kepada setiap insan adalah sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya sebagai insan. Tidak sama antara yang Allah berikan kepada Muhammad Yang Mulia -saw- dengan kita selaku hamba biasa. Hanya mereka yang beruntung yang akan sadar bahwa semua yang Allah berikan adalah proses baginya untuk melakukan metamorfosis sempurna, hingga ia keluar ke permukaan untuk menghiasi dunia dengan menjadi hamba yang paripurna.

    Allahu'alambishshowab
    Jatinangor, 12-05-08
    -irwan setiawan-

    ReplyDelete